Ketua PWNU Sumut Ajak Nahdliyin Teruskan Perjuangan Ulama

0

Whats-App-Image-2026-10-21-at-20-04-49
DELI SERDANG, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara KH. Marahalim Harahap mengajak warga Nahdlatul Ulama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan melanjutkan perjuangan para ulama melalui pengabdian kepada masyarakat. Pesan itu disampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sumatera Utara di Masjid Al-Fajar, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk istighosah tersebut diikuti hampir 1.000 peserta dari kalangan pengurus NU, badan otonom, santri, dan masyarakat. Sejumlah unsur pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten turut hadir bersama jajaran PWNU Sumatera Utara serta PW GP Ansor Sumatera Utara dan Deli Serdang.

Acara diawali dengan zikir, selawat, dan doa untuk bangsa Indonesia, termasuk mengenang para ulama dan santri yang telah wafat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Doa juga dipanjatkan bagi para santri yang masih menuntut ilmu dan mengabdikan diri untuk agama, masyarakat, serta negara.

Ketua PW GP Ansor Sumatera Utara H. Adlin Tambunan dalam sambutannya mengatakan, semangat santri merupakan bagian dari semangat Ansor sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama. Menurut dia, kader Ansor memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para ulama sekaligus berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Semangat santri adalah semangat Ansor. Sebagai pemudanya Nahdlatul Ulama, kita harus siap bersama ulama dan santri mengisi kemerdekaan, menjaga NKRI harga mati, serta bersama pemerintah dan masyarakat membangun Sumatera Utara,” kata Adlin.

Ia menekankan, komitmen kebangsaan perlu diwujudkan melalui kerja nyata dan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. Pembangunan daerah, menurut Adlin, membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan warga dalam menjaga persatuan serta memperkuat kepedulian sosial.

Sementara itu, KH. Marahalim Harahap mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki hubungan erat dengan tradisi pesantren. Menurut dia, banyak pengurus NU yang pernah menempuh pendidikan di pesantren sehingga nilai-nilai kesantrian semestinya tetap menjadi landasan dalam menjalankan amanah organisasi dan kehidupan bermasyarakat.

“Kebanyakan orang yang berada dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama adalah orang-orang yang dahulu pernah nyantri. Karena itu, sebagai nahdliyin dan warga NU yang menjadi basisnya para santri, kita harus terus menjaga NKRI,” ujar Marahalim.

Ia mengajak warga NU menjaga citra santri melalui perilaku yang baik, pengabdian kepada umat, serta kepatuhan terhadap bimbingan ulama. Menurut dia, identitas santri tidak cukup ditunjukkan melalui latar belakang pendidikan pesantren, tetapi juga perlu tercermin dalam tanggung jawab sosial dan kontribusi bagi bangsa.

Marahalim juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas penetapan Hari Santri Nasional sebagai bentuk pengakuan terhadap peran santri dan pesantren dalam perjalanan Indonesia. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi warga NU untuk meneruskan perjuangan ulama dan santri dalam mengisi kemerdekaan.

“Mari kita bersama-sama meneruskan perjuangan santri dan ulama untuk mengisi kemerdekaan. Kita bina umat dan masyarakat,” katanya.

Marahalim turut mengapresiasi PW GP Ansor Sumatera Utara beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan peringatan Hari Santri melalui istighosah. Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat kebersamaan warga NU sekaligus mendorong pengabdian yang berkelanjutan.

Selain Muslimat NU dan Fatayat NU, kegiatan itu dihadiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib hingga selesai.

Melalui peringatan tersebut, para peserta diajak menjadikan Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat atas tanggung jawab generasi sekarang untuk menjaga persatuan, membina masyarakat, dan meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *